Allah Pasti Menolong Kita
Budiyono Dion, Meniti Jalan Nurani
Allah Pasti Menolong Kita
Salah satu tugas besar kita sebagai Muslim adalah berdakwah. Sebagai generasi penerus perjuangan Islam berdakwah dapat kita lakukan di mana saja, kapan saja dan dalam situasi, kondisi apa saja. Dalam berdakwah kita dituntut mempelajari ilmu agama dengan baik dan benar. Belajar, mengaji dan berdakwah merupakan rangkaian jihad fisabilillah, sebagai perwujudan iman dan takwa, serta dalam rangka menolong agama Allah.
Allah mengungkapkan sebuah rahasia dalam al-Qur’an sebagai berikut: Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad/QS.47: 7).
Kata atau istilah menolong dalam ayat tersebut mengandung pengertian, seberapa besar pengorbanan seorang hamba dalam berjuang di jalan Allah untuk menyebarkan syariat agama yang telah termuat dalam Al Quran dan Al Hadits.
Dengan berjuang di jalan Allah itulah, maka Allah sendiri yang akan memberikan balasannya, yakni meneguhkan kedudukan, memenangkan atas musuh-musuh kita, dan memberikan kebaikan-kebaikan hidup di dunia dan akhirat.
Dengan demikian Allah tidak memerlukan penolong, tetapi Allah menghendaki seberapa besar usaha atau perjuangan kita sebagai hambaNya dalam mendakwahkan ayat-ayatNya. Bagaimana mungkin Allah memerlukan pertolongan hambanNya, sedangkan disisi lain Dia menjanjikan pertolongan.
Pada frasa atau kalimat menolong (agama) Allah juga disertai sebuah janji dariNya yaitu “niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” Atau Sesungguhnya Allah pasti menolong kita.
Atau dapat juga yang dikatakan menolong yang dijanjikan dengan pertolongan. Tentunya menolong yang dimaksud adalah berjuang di jalan Allah dalam dakwah dan usaha-usaha lainnya seperti berinfaq, membangun masjid, mengajarkan Al Quran atau pendidikan agama, mendirikan pesantren hingga berjihad (perang) dengan orang kafir yang memerangi kaum muslimin, dan sebagainya. Atau juga lebih kepada pengabdian manusia kepada Tuhannya hingga terlaksananya syiar-syiar Islam.
Semua itu termasuk dalam kategori “menolong agama Allah”. Bukankah kita bisa merasakan, menjalankan dan memeluk agama ini berkat perjuangan para nabi dan rasulNya dalam mendakwahkan kebenaran ajaran Tuhan.
Para nabi dan rasulNya itulah beserta orang-orang yang mengikutinya yang disebut sebagai pejuang agama Allah, pejuang kebenaran dari sebuah ajaran yang mereka bawa dari Tuhannya.
Kita datang di majlis taklim, tempat tarbiyah atau tempat pengajian dapat dikatakan menolong agama Allah. Sebab apa yang kita lakukan tidak lain adalah belajar ilmu untuk memudahkan memahami agama Allah dalam upaya mengamalkan ajaran Allah dengan sebenar-benarnya, menegakkan syariat Allah untuk meninggikan ayat-ayat Allah. Kedatangan kita di majlis taklim secara nonverbal (bukan dengan kata-kata) adalah sebuah ajakan kepada orang lain untuk menegakkan kalimat Allah, kebenaran ayat-ayat Allah. Khususnya ajakan bagi generasi penerus untuk dapat tetap melanggengkan ajaran Allah Swt di dalam Al Quran dan As Sunah.
Allah mengungkapkan sebuah rahasia dalam al-Qur’an sebagai berikut: Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad/QS.47: 7).
Kata atau istilah menolong dalam ayat tersebut mengandung pengertian, seberapa besar pengorbanan seorang hamba dalam berjuang di jalan Allah untuk menyebarkan syariat agama yang telah termuat dalam Al Quran dan Al Hadits.
Dengan berjuang di jalan Allah itulah, maka Allah sendiri yang akan memberikan balasannya, yakni meneguhkan kedudukan, memenangkan atas musuh-musuh kita, dan memberikan kebaikan-kebaikan hidup di dunia dan akhirat.
Dengan demikian Allah tidak memerlukan penolong, tetapi Allah menghendaki seberapa besar usaha atau perjuangan kita sebagai hambaNya dalam mendakwahkan ayat-ayatNya. Bagaimana mungkin Allah memerlukan pertolongan hambanNya, sedangkan disisi lain Dia menjanjikan pertolongan.
Pada frasa atau kalimat menolong (agama) Allah juga disertai sebuah janji dariNya yaitu “niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” Atau Sesungguhnya Allah pasti menolong kita.
Atau dapat juga yang dikatakan menolong yang dijanjikan dengan pertolongan. Tentunya menolong yang dimaksud adalah berjuang di jalan Allah dalam dakwah dan usaha-usaha lainnya seperti berinfaq, membangun masjid, mengajarkan Al Quran atau pendidikan agama, mendirikan pesantren hingga berjihad (perang) dengan orang kafir yang memerangi kaum muslimin, dan sebagainya. Atau juga lebih kepada pengabdian manusia kepada Tuhannya hingga terlaksananya syiar-syiar Islam.
Semua itu termasuk dalam kategori “menolong agama Allah”. Bukankah kita bisa merasakan, menjalankan dan memeluk agama ini berkat perjuangan para nabi dan rasulNya dalam mendakwahkan kebenaran ajaran Tuhan.
Para nabi dan rasulNya itulah beserta orang-orang yang mengikutinya yang disebut sebagai pejuang agama Allah, pejuang kebenaran dari sebuah ajaran yang mereka bawa dari Tuhannya.
Kita datang di majlis taklim, tempat tarbiyah atau tempat pengajian dapat dikatakan menolong agama Allah. Sebab apa yang kita lakukan tidak lain adalah belajar ilmu untuk memudahkan memahami agama Allah dalam upaya mengamalkan ajaran Allah dengan sebenar-benarnya, menegakkan syariat Allah untuk meninggikan ayat-ayat Allah. Kedatangan kita di majlis taklim secara nonverbal (bukan dengan kata-kata) adalah sebuah ajakan kepada orang lain untuk menegakkan kalimat Allah, kebenaran ayat-ayat Allah. Khususnya ajakan bagi generasi penerus untuk dapat tetap melanggengkan ajaran Allah Swt di dalam Al Quran dan As Sunah.

Post a Comment for "Allah Pasti Menolong Kita "