Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Manusia Khalifah di Bumi

Budiyono Dion, Meniti Jalan Nurani
Manusia Khalifah di Bumi 

Diantara makhluk ciptaan Allah Swt., manusia merupakan makhluk yang paling sempurna. Karena manusia diberikan pikiran untuk dapat berpikir dengan akalnya, yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Oleh sebab itu Allah menetapkan manusia sebagai khalifah di bumi,
                     •        
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Al Baqarah/QS.2: 30).

Allah Swt. menciptakan alam semesta dan menentukan fungsi dari setiap elemen alam ini. Matahari, bumi, bulan, bintang, udara dan lain sebagainya, masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri, termasuk; awan, api, air, tumbuh-tumbuhan dan seterusnya hingga makhluk yang paling kecil masing-masing memiliki fungsi dalam kehidupan ini.

Islam mengajarkan, bahwa manusia memiliki dua predikat sekaligus, yaitu sebagai hamba Allah (abdullah) dan sebagai wakil Allah (khalifatullah) di muka bumi. Sebagai hamba Allah, keberadaan manusia sangatlah kecil dan tidak memiliki kekuasaan di hadapan Allah Swt. Oleh sebab itu, tugasnya hanya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri kepada-Nya. Tetapi sebagai khalifatullah, manusia diberi fungsi yang sangat besar. Karena Allah Maha Besar, maka manusia diberikan peran pengganti Allah di muka bumi sehingga memiliki tanggung jawab dan otoritas yang sangat besar dalam mengelola alam seisinya.

Ketika Allah Swt. berencana, Innii jaa’ilun fil ardli khaliifata (Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.), menjadikan suatu kaum yang akan menggantikan satu kaum lainnya, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi. Sebagaimana firmanNya: Huwal ladzii ja’alakum khalaa-ifa fil ardli (Dia-lah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi.) (A1-An’aam/ QS.6: 165).

Juga dalam firmanNya, “Kalau Kami menghendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi ini malaikat-malaikat yang turun temurun.” (Az-Zukhruf/ QS.43: 60). Malaikat mengkomplin (menanyakan), “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah.”

Para Malaikat mengetahui bahwa di antara jenis makhluk ini memiliki potensi berbuat kerusakan dan menumpahkan darah. Atau berdasarkan pemahaman para Malaikat tentang makna kata “Khalifah” yaitu orang yang memutuskan perkara di antara manusia tentang kezaliman yang terjadi di tengah-tengah mereka, dan mencegah mereka dari perbuatan terlarang dan dosa.

Allah Swt. telah memilih manusia untuk dijadikan khalifah di muka bumi, yaitu makhluk Allah Swt. yang mendapat kepercayaan dari-Nya untuk menjalankan kehendak-Nya dan menerapkan semua ketetapan-Nya di muka bumi.
Pages: 1 2
Budiyono
Budiyono saya seorang guru yang ingin bermanfaat bagi sesama dalam hidupku, terus beramal menebarkan kebaikan

Post a Comment for "Manusia Khalifah di Bumi"