Pentingnya Do’a bagi Orang Beriman
Budiyono Dion, Meniti Jalan Nurani
Pentingnya Do’a bagi Orang Beriman
Pengertian do’a secara kamus berarti permohonan, harapan atau pujian kepada Tuhan, Allah Swt. Berdo’a merupakan hubungan yang penting antara manusia sebagai hamba dengan Penguasa, Allah Yang Maha Besar. Berdo’a merupakan perbuatan yang terpenting manusia dalam penyembahan kepada Allah Swt, yang menunjukkan kelemahan manusia di hadapan Allah Swt. Pengertian ini berdasarkan ayat berikut ini:
Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): "Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)". (al-Furqan/QS.25: 77).
Selayaknyalah menjalin hubungan dengan Allah Swt. menjadi kebutuhan setiap insan. Berdoa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang beriman. Namun sebagian orang hal itu merupakan bentuk tindakan penyembahan yang hanya perlu diingat dan dilakukan di waktu mereka dalam kesulitan atau situasi yang membahayakan kehidupan mereka. Hal itu merupakan kesalahan besar manusia, karena yang paling baik adalah memohon kepada Allah Yang Maha Besar pada saat kedua kondisi, yaitu dalam kondisi sulit, kesempitan maupun dalam kemudahan, kelapangan.
Bagaimana kita seharusnya berdoa kepada Allah Swt.? Kita harus bersungguh-sungguh dan fokus dalam berdo’a. Berdo’a harus dengan penuh kesabaran dan kita jadikan sebuah kebutuhan dan harapan. Karena yang terpenting dalam berdoa adalah agar kita semakin meningkatkan kedekatan diri kita kepada Allah Swt.
Orang beriman menunjukkan kesungguhan dalam berdoa sehingga mendapatkan banyak keuntungan seperti keyakinan yang semakin dalam, semakin kuat dan tebal. Pernyataan ini seperti halnya yang tertuang dalam Al-Qur’an, bahwa sangat diperlukan kesungguhan dalam do’a, sehingga: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang –orang yang khusyu“ (Al-Baqarah/QS.2: 45).
Rasulullah Saw. telah menyatakan betapa Beliau membutuhkan Allah. Terkadang dengan terus berdo’a bertahun-tahun kepada Tuhan, Allah Yang Maha Pengasih, telah memberikan apa yang Beliau inginkan pada saat yang terbaik.
Fakta bahwa Allah menerima semua do’a, baik itu yang terang-terangan maupun yang tersembunyi, merupakan bentuk ke-agungan-Nya dan Kerahiman-Nya. Allah tidak pernah meninggalkan sebersit apapun pemikiran yang terlintas di kepala hamba-Nya tanpa kembali lagi kepadanya.
Akan tetapi menerima do’a tidak berarti sesuatu terjadi seperti yang diminta karena terkadang seseorang mungkin saja meminta sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri. Allah Swt. mengungkapkan hal tersebut sebagai berikut: “Dan manusia mendo’a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo’a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (Al-Isra/QS.17: 11).
Allah mengetahui yang terbaik dan apa yang terburuk untuk hambaNya, karena Dia lah yang memiliki segalanya. Atas segala ciptaan-Nya, ada banyak sekali hal-hal yang tersembunyi dalam cara Dia menerima do’a.
Sebagai contoh, Nabi Yakub As. bergabung kembali dengan anaknya nabi Yusuf As. setelah menunggu dalam waktu yang panjang. Nabi Yusuf As mendapatkan kekuatan dan kekuasaan setelah dipenjara selama beberapa waktu. Nabi Ayub As, diselamatkan dari syetan, semua ini terjadi setelah mendapat kesabaran dan do’a yang berkelanjutan. Allah Yang Maha Besar, telah menerima do’a dari kepatuhan yang tulus dari waktu terbaik-Nya. Allah Swt. telah menerima do’a hamba yang tulus untuk waktu terbaiknya, dan telah membuat mereka matang, mendidik, meningkatkan kesetiaan dan ketulusan dan mengubah mereka menjadi hamba yang bernilai dan memiliki derajat yang tinggi di surga.
Selayaknyalah menjalin hubungan dengan Allah Swt. menjadi kebutuhan setiap insan. Berdoa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang beriman. Namun sebagian orang hal itu merupakan bentuk tindakan penyembahan yang hanya perlu diingat dan dilakukan di waktu mereka dalam kesulitan atau situasi yang membahayakan kehidupan mereka. Hal itu merupakan kesalahan besar manusia, karena yang paling baik adalah memohon kepada Allah Yang Maha Besar pada saat kedua kondisi, yaitu dalam kondisi sulit, kesempitan maupun dalam kemudahan, kelapangan.
Bagaimana kita seharusnya berdoa kepada Allah Swt.? Kita harus bersungguh-sungguh dan fokus dalam berdo’a. Berdo’a harus dengan penuh kesabaran dan kita jadikan sebuah kebutuhan dan harapan. Karena yang terpenting dalam berdoa adalah agar kita semakin meningkatkan kedekatan diri kita kepada Allah Swt.
Orang beriman menunjukkan kesungguhan dalam berdoa sehingga mendapatkan banyak keuntungan seperti keyakinan yang semakin dalam, semakin kuat dan tebal. Pernyataan ini seperti halnya yang tertuang dalam Al-Qur’an, bahwa sangat diperlukan kesungguhan dalam do’a, sehingga: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang –orang yang khusyu“ (Al-Baqarah/QS.2: 45).
Rasulullah Saw. telah menyatakan betapa Beliau membutuhkan Allah. Terkadang dengan terus berdo’a bertahun-tahun kepada Tuhan, Allah Yang Maha Pengasih, telah memberikan apa yang Beliau inginkan pada saat yang terbaik.
Fakta bahwa Allah menerima semua do’a, baik itu yang terang-terangan maupun yang tersembunyi, merupakan bentuk ke-agungan-Nya dan Kerahiman-Nya. Allah tidak pernah meninggalkan sebersit apapun pemikiran yang terlintas di kepala hamba-Nya tanpa kembali lagi kepadanya.
Akan tetapi menerima do’a tidak berarti sesuatu terjadi seperti yang diminta karena terkadang seseorang mungkin saja meminta sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri. Allah Swt. mengungkapkan hal tersebut sebagai berikut: “Dan manusia mendo’a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo’a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (Al-Isra/QS.17: 11).
Allah mengetahui yang terbaik dan apa yang terburuk untuk hambaNya, karena Dia lah yang memiliki segalanya. Atas segala ciptaan-Nya, ada banyak sekali hal-hal yang tersembunyi dalam cara Dia menerima do’a.
Sebagai contoh, Nabi Yakub As. bergabung kembali dengan anaknya nabi Yusuf As. setelah menunggu dalam waktu yang panjang. Nabi Yusuf As mendapatkan kekuatan dan kekuasaan setelah dipenjara selama beberapa waktu. Nabi Ayub As, diselamatkan dari syetan, semua ini terjadi setelah mendapat kesabaran dan do’a yang berkelanjutan. Allah Yang Maha Besar, telah menerima do’a dari kepatuhan yang tulus dari waktu terbaik-Nya. Allah Swt. telah menerima do’a hamba yang tulus untuk waktu terbaiknya, dan telah membuat mereka matang, mendidik, meningkatkan kesetiaan dan ketulusan dan mengubah mereka menjadi hamba yang bernilai dan memiliki derajat yang tinggi di surga.

Post a Comment for "Pentingnya Do’a bagi Orang Beriman "