Budiyono Dion, Meniti Jalan Nurani

JANJI ALLAH PASTI
JANGAN TERPERDAYA DUNIAWI
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ (5)
Allah menyeru kepada segenap manusia. Sesungguhnya janji Allah itu pasti, benar adanya. Kehidupan dunia yang fana tidak boleh menjadikan manusia terperdaya karenanya. Dan janganlah sampai tertipu oleh tipu daya syaitan.
Firman Allah Swt.
“Hai manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” (Fathir/QS.35:5)
Bahwa janji Allah itu bernar adanya, yaitu hari berbangkit itu pasti terjadi dan tidak bisa dielakkan lagi.
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ}
“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar. (Fathir/QS.35:5)
Firman Allah
{فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا}
“maka sekali-sekali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu.” (Fathir/QS.35:5)
Yaitu kehidupan yang rendah bila dibandingkan dengan pahala yang telah disediakan oleh Allah bagi kekasih-kekasih-Nya dan para pengikut rasul-rasul-Nya, berupa kebaikan yang sangat besar. Karena itu, janganlah kalian melupakan kebahagiaan yang abadi itu karena adanya perhiasan duniawi yang fana ini.
{وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ}
“dan sekali-kali janganlah orang yang pandai menipu memper¬dayakan kamu tentang Allah.” (Fathir/QS.35:5)
Yakni setan.
Makna ayat ini sama dengan ayat yang ada di dalam surat Luqman melalui firman-Nya:
{فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ}
“maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.” (Luqman/QS.31:33)
Bahwa yang dimaksud dengan penipu di sini adalah setan, sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang mukmin terhadap orang-orang kafir kelak di hari kiamat ketika diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat, dan disebelah luarnya dari situ ada siksa. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata, "Bukankah kami dahulu bersama dengan kamu?"
{قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الأمَانِيُّ حَتَّى جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ}
“Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu.” (Al-Hadid/QS.57:14)
Kemudian Allah Swt. menjelaskan permusuhan iblis terhadap anak Adam melalui firman-Nya:
{إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا}
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu).” (Fathir/QS.35:6)
Setan itu adalah musuh kalian yang terang, maka musuhilah setan itu oleh kalian dengan permusuhan yang keras. Tentanglah mereka dan dustakanlah mereka bila membujuk kalian untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran.
{إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ}
“karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir/QS.35:6)
Yakni sesungguhnya tujuan setan menyesatkan kalian hanyalah agar kalian masuk ke dalam neraka yang menyala-nyala bersama-sama dengan mereka; setan adalah musuh yang jelas. Kita memohon kepada Allah semoga Dia menjadikan kita sebagai musuh-musuh setan dan hendaknyalah Dia memberi taufik kepada kita untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an-Nya dan mengikuti jejak Rasul-Nya. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas apa yang dikehendaki-Nya dan Mahakuasa untuk memperkenankan doa yang dipanjatkan kepada-Nya. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلا}
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam, "maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu. Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (Al-Kahfi/qs.18:50)
Selanjutnya Tafsir Muyyasar menjelaskan; Wahai manusia, sesungguhnya janji kebangkitan, pahala dan hukuman dari Allah adalah haq yang pasti terjadi, maka janganlah kalian tertipu oleh kehidupan dunia dengan segala hawa nafsunya dan tuntutannya. Jangan sampai setan menipu kalian dari Allah, sesungguhnya setan adalah musuh bagi anak cucu Adam, maka jadikanlah dia sebagai musuh dan jangan menaatinya, karena dia hanya mengajak orang-orang yang mengikutinya kepada kesesatan, sehingga mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
Sungguh, setan itu musuh yang nyata dan abadi bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Jangan kamu ikuti ajakan, rayuan, dan tipu dayanya, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-Nyala. Salah satu cara setan memperdaya manusia adalah menganggap kecil perbuatan dosa karena Allah maha pengampun.
Janji Allah Adalah Kebenaran Mutlak. Allah SWT menegaskan bahwa janji-Nya adalah haq (benar dan pasti terjadi). Ini mencakup janji tentang hari kebangkitan, perhitungan amal, pahala bagi orang bertakwa, serta azab bagi orang yang durhaka. Dalam tafsir para ulama, disebutkan bahwa janji Allah tidak pernah meleset, karena Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya.
Manusia seringkali terjebak dalam janji palsu makhluk, tetapi melupakan janji Allah yang justru paling pasti. Inilah bentuk kelalaian yang bisa berujung pada kerugian besar di akhirat.
Dunia ini ujian yang menipu. Peringatan selanjutnya adalah agar "kehidupan dunia tidak memperdayakan kamu". Dunia memang tampak indah, mempesona dengan kekayaan, jabatan, dan kesenangan. Namun, semua itu bersifat sementara dan menipu. Banyak orang tertipu dengan kenikmatan dunia hingga melupakan tujuan akhir hidupnya.
Sebagaimana disebutkan dalam tafsir Ibn Katsir, dunia diibaratkan sebagai ladang untuk akhirat. Jika digunakan dengan benar, ia menjadi sarana keselamatan. Namun jika disalahgunakan, ia akan menjadi sebab kehancuran abadi.
Relevansi ayat dalam kehidupan kini, tipu daya dunia dan syaitan semakin canggih: media sosial, konsumerisme, gaya hidup hedonis, dan paham-paham sekular yang mengikis kesadaran akan akhirat. Oleh karena itu, ayat ini sangat relevan untuk menjadi pegangan moral dan spiritual umat manusia masa kini, agar tidak tergelincir dalam ilusi kenikmatan dunia.
Sutat Fathir 5 adalah panggilan yang sangat dalam maknanya: ajakan untuk kembali sadar, membangun hidup berdasarkan janji Allah, bukan fatamorgana dunia. Dunia hanyalah tempat singgah sementara, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal abadi.
Seruan Allah dalam surat Fatir ayat 5 tersebut dan penjelasannya dapat disimpulkan bahwa ayat tersebut terkandung tiga perkara inti yang perlu diperhatikan; (1) bahwa janji Allah benar adanya, yaitu tentang akan terjadinya kiamat, hari pembalasan, (2) jangan mudah diperdaya oleh kehidupan dunia yang fana ini, (3) jangan ikuti Langkah langkah syaitan yang pandai menipu itu yang memperdayakan kamu tentang Allah.
Jangan biarkan dunia dan syaitan memperdaya kita dari mengenal siapa Allah, dari merenungi kebenaran janji-Nya, dan dari menyiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal. Kita boleh meraih dunia, tetapi jangan sampai dunia merampas iman dan harapan kita kepada Allah Swt.
*****
Post a Comment for "JANJI ALLAH PASTI JANGAN TERPERDAYA DUNIAWI "