Budiyono Dion, Meniti Jalan Nurani
TAKUTLAH PADA SUATU HARI
SEORANG AYAH TIDAK BISA MENOLONG ANAKNYA DAN SEBALIKNYA
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ (33)
Allah Swt. telah berulang kali mengingatkan manusia tentang pentingnya takwa dan kewaspadaan terhadap godaan dunia, serta takut akan datangnya hari yang menakutkan, yakni hari kiamat. Pada hari itu, seorang ayah tidak bisa menolong anaknya, begitu juga seorang anak tidak akan dapat menolong bapaknya dan agar tidak terperdaya oleh setan dalam mentaati Allah..
Firman Allah Swt.
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.” (Al Luqman/QS.31:33)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyatakan; Allah Swt. memperingatkan manusia terhadap hari berbangkit dan memerintahkan kepada mereka untuk bertakwa kepadaNya, takut kepadaNya, dan khawatir menghadapi hari kiamat, karena pada hari itu
{لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ}
“seorang bapak tidak dapat menolong anaknya.” (QS.31:33)
Yakni seandainya seorang bapak hendak menebus anaknya dengan dirinya, pastilah permintaan tebusannya itu ditolak. Demikian pula halnya seandainya seorang anak bermaksud menebus bapaknya dengan dirinya, tidak diterima pula.
Kemudian Allah Swt. kembali menasihati mereka melalui firmanNya
{فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا}
“maka jangan sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu.” (Luqman/QS.31:33)
Maksudnya, jangan sekali-kali membuat dirimu terlena kerena hidup tenang di dunia hingga melupakan negeri akhirat.
{وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ}
“dan jangan pula penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.” (Luqman/QS.31:33)
Jangan pula kamu biarkan setan memperdayakanmu. Demikianlah menurut pendapat Ibnu Abbas, Mujahid, Ad-Dahhak, dan Qatadah; karena sesungguhnya setan itu selalu memperdayakan manusia, menjanjikan dan memberikan angan-angan kepadanya. Padahal tiada sesuatu pun dari apa yang dijanjikan setan itu terpenuhi, bahkan sebagaimana yang disebutkan oleh firmanNya.
{يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلا غُرُورًا}
“Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (An-Nisa/QS.4:120)
Selanjutnya buku Tafsir Al-Muyassar menjelaskan; Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian dan taatilah Dia dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Takutlah kepada Hari Kiamat di mana saat itu orangtua tidak bisa membantu anak, dan sebaliknya anak tidak bisa membantu orangtuanya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah haq, tidak ada keraguan padanya. Maka Janganlah kalian tertipu oleh kehidupan dunia dan keindahannya, sehingga dia membuat kalian lupa terhadap kehidupan akhirat. Dan Janganlah sampai kalian tertipu oleh penipu yang berwujud setan jin atau manusia dalam (menaati) Allah.
Sungguh, hari kebangkitan, pahala, dan siksa yang merupakan janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia yang fana, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu yang salah dalam memahami Allah, seakan dia membiarkan mereka sesat dengan tidak menurunkan azab, padahal turunnya azab itu hanya ditunda sesaat.
Ayat ini memaparkan lima hal gaib yang hanya diketahui Allah hakikatnya. Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang kapan hari kiamat tiba; dan dia yang menurunkan hujan pada waktu, tempat, dan kadar yang ditentukanNya; dan mengetahui apa yang ada dalam rahim, terutama jenis kelamin, karakter, dan sifat-sifatnya. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya atau didapatinya besok, namun mereka tetap wajib berusaha. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Sungguh, Allah maha mengetahui dengan ilmuNya yang mutlak dan tidak terbatas pada lima hal gaib tersebut, maha mengenal karena ilmuNya meliputi hal-hal lahir dan batin.
Tuhan telah menciptakan manusia, menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya untuk kepentingan manusia. Hanya Allah Swt yang wajib diibadahi.
Manusia hendaklah takut pada hari datangnya malapetaka yang dahsyat, hingga tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya dari malapetaka itu, yaitu hari kiamat.
Pada hari itu, seorang ayah tidak kuasa menolong anaknya, begitu pula seorang anak tidak dapat menolong bapaknya, karena segala urusan pada hari itu berada di tangan Allah Swt.
Tiap-tiap orang bertanggung jawab terhadap segala perbuatan yang telah dilakukannya. Mereka memikul dosanya masing-masing. Hanya perbuatan baik yang telah dilakukannya selama hidup di dunia yang dapat menolong manusia dari malapetaka itu.
Allah memperingatkan bahwa janjiNya membangkitkan manusia dari kubur adalah sesuatu yang benar-benar akan terjadi dan suatu kebenaran yang tidak dapat diragukan sedikit pun.
Oleh karena itu, janganlah sekali-kali manusia tertipu oleh kesenangan hidup di dunia dengan segala kenikmatannya, sehingga manusia hanya berusaha dan menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk menikmati kesenangan-kesenangan duniawi.
Akibatnya, tidak ada waktu lagi untuk beribadah kepada Allah, serta mengerjakan kebajikan dan amal salih. Padahal, kehidupan akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang lebih baik dan kekal adanya.
Allah mengingatkan manusia akan tipu daya setan, yang selalu mencari-cari kesempatan untuk memperdaya manusia. Setan menjadikan kehidupan dunia indah pada setiap mata yang memandangnya. Sehingga manusia lupa kepada tugas utama yang dipikulkan Allah kepadanya sebagai khalifatullah fil ard, makhluk yang diberiNya tugas memakmurkan bumi.
Pesan penting seruan Allah dalam ayat 33 surat Al Lukman adalah
1. Bertakwa, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa adalah benteng utama dalam menghadapi ujian dunia dan persiapan menuju akhirat.
2. Peringatan tentang hari yang sangat dahsyat: hari kiamat. Hari di mana hubungan darah dan kasih sayang duniawi seperti antara ayah dan anak tidak lagi berguna. Pada hari itu, setiap jiwa hanya disibukkan dengan urusan dirinya sendiri. Tidak ada yang dapat menolong, kecuali amal shalih yang telah dikumpulkan selama hidup di dunia. Ini adalah penggambaran nyata betapa genting dan seriusnya kondisi hari kiamat, serta betapa pentingnya persiapan spiritual sejak sekarang.
3. Janji Allah adalah pasti dan benar adanya. Ini mencakup janji akan datangnya hari kiamat, pembalasan bagi setiap amal, dan kehidupan akhirat yang kekal. Karena itu, manusia tidak boleh terlena dengan kehidupan dunia yang sementara dan sering memperdaya.
4. Waspada terhadap tipuan dunia dan Setan. Dunia memang diciptakan dengan keindahan yang bisa menjebak manusia dalam kesenangan sesaat. Sementara setan adalah musuh nyata yang akan terus menyesatkan manusia dengan janji palsu, memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah Swt.
Seruan Allah dalam surat Luqman ayat 33 ini adalah panggilan kasih sayang dari Allah agar manusia sadar sebelum terlambat. Dunia bukan tempat tinggal abadi, melainkan tempat ujian. Maka hanya dari itu, mari kita jadikan takwa sebagai bekal utama, waspada terhadap tipuan dunia, dan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Karena pada akhirnya, hanya amal dan rahmat-Nya yang akan menyelamatkan kita di hari yang tak ada pertolongan selain dari-Nya. Menjadikan ayat ini sebagai panduan hidup.
*****
Post a Comment for "TAKUTLAH PADA SUATU HARI SEORANG AYAH TIDAK BISA MENOLONG ANAKNYA DAN SEBALIKNYA"