CINTA DUNIA YANG MENYESATKAN
كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ (20)
Allah menyeru kepada segenap manusia, bahwa manusia sebenarnya lebih mencintai dunia daripada akhirat.
Firman Allah “Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,”(Al Qayimah/QS.75:20)
Ayat ini merupakan teguran keras kepada manusia yang lalai dari tujuan penciptaannya. Menurut tafsir para ulama, seperti dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir al-Muyassar, ayat ini menunjukkan betapa kuatnya kecenderungan manusia terhadap dunia, hingga melupakan akhirat. Dunia dijadikan tujuan utama, bukan sarana menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Cinta terhadap dunia sejatinya tidak terlarang selama tidak melalaikan kewajiban dan akhirat. Namun jika cinta dunia menjadi pusat perhatian hingga menyingkirkan nilai-nilai agama, maka itulah yang disebut oleh ayat ini sebagai kecintaan yang menyesatkan. Dunia bukan untuk dipuja, tetapi dijadikan ladang amal.
Ayat ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah ujian. Harta, jabatan, dan kenikmatan duniawi bukan ukuran keberhasilan sejati. Keberhasilan yang hakiki adalah ketika kita mampu menggunakan dunia sebagai jalan menuju ridha Allah dan keselamatan di akhirat.
Sesungguhnya yang mendorong mereka mendustakan hari kiamat, menentang wahyu kebenaran dan Al-Qur'an yang mulia yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya tiada lain karena tujuan mereka hanyalah kehidupan dunia yang segera dan mereka sama sekali melupakan kehidupan akhirat.
Kemudian Allah Swt. berfirman: {وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ}
“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.” (Al-Qiyamah/QS.75:22)
Berakar dari kata an-nadarah artinya cerah, berseri, dan riang gembira. {إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ}
“Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” (Al-Qiyamah/QS.75:23)
Yakni melihat Tuhannya dengan terang-terangan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah di dalam kitab sahihnya.
«إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ عَيَانًا» “Sesungguhnya kamu kelak akan melihat Tuhanmu dengan terang-terangan.”
Lalu Firman Allah Swt. {وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ}
“Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.” (Al-Qiyamah QS.75:24-25)
Begitulah penampilan wajah orang-orang durhaka kelak di hari kiamat, bermuram durja. Qatadah mengatakan tampak kelabu. As-Saddi mengatakan, warna wajah mereka berubah. Ibnu Zaid mengatakan bahwa basirah artinya muram.
Firman Allah {تَظُنُّ أَنْ يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ}
“mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.” (Al-Qiyamah/QS.75:25)
Tazunnu di sini bermakna yakin, bukan mengira. Lalu faqirah artinya kebinasaan atau keburukan.
Hal ini sama dengan apa yang disebutkan di dalam firmanNya يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
“pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram.” (Ali Imran/QS.3:106) وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ ضاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْها غَبَرَةٌ تَرْهَقُها قَتَرَةٌ أُولئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
“Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.” ('Abasa: 38-42)
Dan firman Allah Swt.: وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خاشِعَةٌ عامِلَةٌ ناصِبَةٌ تَصْلى نَارًا حامِيَةً
“Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka).” (Al-Ghasyiyah/: 2-4)

Post a Comment for "CINTA DUNIA YANG MENYESATKAN"